Pengertian BIOS, Fungsi dan Macam-Macamnya

Posted on

pengertian bios, fungsi dan macam macamnya

Dosentekno.comBasic Input Output System, biasanya disebut sebagai BIOS, adalah perangkat lunak yang tersimpan pada chip memori kecil pada motherboard . Fungsi BIOS adalah menginstruksikan komputer tentang bagaimana melakukan sejumlah fungsi dasar seperti booting dan kontrol keyboard .

Komponen BIOS juga digunakan untuk mengidentifikasi dan mengkonfigurasi perangkat keras di komputer seperti hard drive , floppy drive , optical drive , CPU , memori , dll.

Pengertian BIOS 

Basic Input/ Output System atau yang sering disebut dengan BIOS adalah program yang berfungsi mengelola aliran data pada sistem operasi komputer dan perangkat yang terpasang pada komputer/laptop meliputi hardisk, adaptor video, keyboard, mouse dan printer.

BIOS adalah chip ROM yang berada di motherboard yang memungkinkan Anda mengakses dan mengatur sistem komputer Anda pada tingkat yang paling dasar. Gambar di bawah ini adalah contoh seperti apa chip BIOS pada motherboard komputer Anda. Dalam kasus ini, ini adalah gambar AMIBIOS, sejenis BIOS yang diproduksi oleh AMI (American Megatrend Inc).

Tentang AMI =

AMI didirikan oleh S. Shankar pada tahun 1985. American Megatrends Inc. (AMI) telah memasok dunia dengan produk dan teknologi mutakhir. Hari ini, AMI adalah vendor firmware BIOS terbesar di dunia, dengan AMIBIOS. 

Baca juga:

  1. Pengertian ISP dan Contoh + Macamnya di Indonesia
  2. Mengenal Jaringan WAN (Wide Area Network) + Konsep, Fungsi dan Kelebihan
  3. Mengenal Jaringan  LAN  (Local Area  Network ) + Cara Pemasangannya

Fungsi BIOS

Fungsi Bios pada komputer adalah memuat instruksi untuk mengelola perangkat komputer dan sisitem operasi, supaya dapat menjalankan BOOT secara benar. Instruksi yang dimaksud disebut sebagai Power On Self Test (POST). Jika komputer tidak melewati POST, biasanya Anda akan mendengar bunyi “bip” yang menunjukkan adanya kerusakan atau gagal BOOT pada komputer.

Dengan kata lain, Fungsi utama BIOS adalah menangani proses pengaturan sistem termasuk pembebanan driver dan boot sistem operasi

Berikut ini adalah 4 fungsi utama BIOS

  • POST – Menguji perangkat keras komputer dan pastikan tidak ada kesalahan sebelum memuat sistem operasi.
  • Bootstrap Loader – Memuat dan menjalankan sistem operasi. Jika sistem operasi berjalan dengan baik, maka BIOS akan melewati kontrol terhadapnya.
  • Driver BIOS – Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
  • BIOS atau CMOS Setup – Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam computer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer).

Macam Macam Bios

Macam macam Bios komputer diantaranya:

  1. AMI BIOS merupakan BIOS yang Firmware yang paling popular untuk Komputer. BIOS ini dikembangkan oleh American Megatrends Incorporated (AMI).
  2. Phoenix Technologies diluncurkan oleh Phoenix BIOS. Produk kedua bernama Phoenix Award BIOS yang diluncurkan setelah tergabung dengan Award Software.
  3. Award Software meluncurkan beberapa produk BIOS seperti Award BIOS, Award Medallion BIOS dan Award Modular BIOS.
  4. Microids Research Para OEM (Original Equipment Manufacturer), untuk jenis computer-komputer yang bermerek, seperti Lenovo/IBM, Hewlett-Packard, Dell Computer dan OEM-OEM lainnya.

Cara Menggunakan BIOS

BIOS berisi sejumlah opsi konfigurasi perangkat keras yang bisa diubah melalui utilitas penyiapan. Menyimpan perubahan ini dan me-restart komputer menerapkan perubahan pada BIOS dan mengubah cara BIOS menginstruksikan perangkat keras agar berfungsi.

Berikut adalah beberapa hal umum yang dapat Anda lakukan di sebagian besar sistem BIOS:

  1. Ubah Boot Order,
  2. Load BIOS Setup Defaults,
  3. Hapus Password BIOS,
  4. Buat Password BIOS,
  5. Ubah Tanggal dan Waktu,
  6. Ubah Setelan Floppy Drive,
  7. Ubah Pengaturan Hard Drive,
  8. Ubah Setelan Drive CD / DVD / BD,
  9. Lihat Jumlah Memori yang Terinstal,
  10. Ubah Boot Up NumLock Status,
  11. Aktifkan atau Nonaktifkan Logo Komputer,
  12. Aktifkan atau Nonaktifkan Quick Power On Self Test (POST),
  13. Aktifkan atau Nonaktifkan CPU Internal Cache,
  14. Aktifkan atau Nonaktifkan Caching BIOS,
  15. Ubah Pengaturan CPU,
  16. Ubah Pengaturan Memori,
  17. Ubah Tegangan Sistem,
  18. Aktifkan atau Nonaktifkan RAID,
  19. Aktifkan atau Nonaktifkan USB Onboard,
  20. Aktifkan atau Nonaktifkan Onboard IEEE1394,
  21. Aktifkan atau Nonaktifkan Onboard Audio,
  22. Aktifkan atau Nonaktifkan Onboard Floppy Controller,
  23. Aktifkan atau Nonaktifkan Port Serial / Port Paralel,
  24. Aktifkan atau Nonaktifkan ACPI,
  25. Ubah Tipe Suspend ACPI,
  26. Ubah Fungsi Tombol Daya,
  27. Ubah Pengaturan Power-on,
  28. Ubah Display yang Diinisialisasi Pertama pada Setup Multi-Display,
  29. Reset Extended System Configuration Data (ESCD),
  30. Mengaktifkan atau Menonaktifkan Kontrol BIOS atas Sumber Daya Sistem,
  31. Ubah Setelan Kecepatan Kipas,
  32. Lihat CPU dan Temperatur Sistem,
  33. View Fan Speeds,
  34. Lihat Tegangan Sistem (View System Voltages).

Dimana saya dapat menggunakan BIOS ?

Semua motherboard komputer modern berisi perangkat lunak BIOS. Akses dan konfigurasi BIOS pada sistem PC tidak tergantung pada sistem operasi karena BIOS adalah bagian dari perangkat keras motherboard.

Jadi, tidak masalah jika komputer menjalankan Windows 10 , Windows 8 , Windows 7 , Windows Vista , Windows XP , Linux, Unix, atau tidak ada sistem operasi sama sekali.

Baca juga:

  1.  Pengertian/Perbedaan Troughput dan Bandwith [Lengkap]
  2. Fungsi dan Jenis Sistem Operasi Komputer
  3. [Lengkap] Pengertian Aplikasi Komputer Serta Jenis Fungsi dan Contohnya

Cara kerja BIOS

Ada beberapa fungsi BIOS menurut ilmu informatika, dilihat dari cara kerjanya.

1. BIOS bisa menjalankan perintah POST untuk mengecek perangkat komputer. BIOS juga memberikan informasi yang akurat tentang spesisikasi piranti yang terinstall melalui papan motherboard.

2. BIOS mengatur lalu lalang dari berbagai perangkat yang ada atau tersambung pada komputer sehingga bisa menjalankan fungsinya masing-masing tanpa terjadi crash (kerusakan).

Pengaturan konfigurasi BIOS ini bagi sebagian orang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja komputer supaya lebih cepat. Meskipun BIOS bisa menjalankan perintah, namun tidak semua Motherboard mampu mengeksekusinya. Hal ini karena setiap motherboard mempunyai kemampuan masing-masing.

3. Setiap sistem operasi yang ada seperti Windows, Linux atau Ubuntu dan sejenisnya, merupakan bantuan dari BIOS. Pada sistem operasi Windows, BIOS akan melakukan perintah yang biasanya terletak di C (pada sistem). BIOS akan melakukan perintah sesuai dengan yang kita SET (atur).

4. BIOS berperan dalam membantu pengaturan perangkat keras. Pernahkah anda mengalami komputer yang gagal boot ? atau windows tidak bisa muncul ?

Hal ini bisa disebabkan karena settingan BIOS yang tidak sesuai dengan aturan.

Contoh kasus,saya menggunakan motherboard Gigabyte G41 dengan prosesor core 2 Duo e7500 clock speed 2.9 GHz /Memory 2 GB DDR 3. Tapi saya ubah settingan BIOS dengan cara mengubah nilai processornya menjadi 3,5 GB dengan volt + 0,5 Volt.

Nah, jika terdapat settingan seperti ini, kemungkinan besar windows akan gagal muncul.

Kegagalan seperti ini seringkali di sebabkan oleh jenis Motherboard yang dipakai, tidak mampu menjalankan tugas dengan kecepatan tinggi.

Oke, itulah tadi pembahasan mengenai Pengertian Bios, Jenis dan Macam Macamnya. Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat untuk menambah wawasan bagi pembaca.

Kunjungi juga artikel terbaru:

  1. [Berhasil] Cara Instal Printer Epson L120 + Download Drivernya
  2. Cara Mengunci Folder di Laptop [Windows7/8/10]
  3. [Berhasil] Cara Mengunci File Excel Dengan Password
  4. [Lengkap] Cara Head Deep Cleaning Printer Canon Ip 2770 + MP 287 serta Gambar
  5. 11+ Peralatan Teknologi Informasi Komunikasi [Fungsi dan Gambar]
Pengertian BIOS, Fungsi dan Macam-Macamnya
Rate this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *